Ubah


Manusia mana yang tetap sama, 
berganti hari menetap hati, 
tak bergerak terombang-ambing, 
sampan pun pergi silih berganti.

Berkata ingin menjadi lebih, 
engkau mengeluh karena jemu, 
meminta aku merintih-rintih, 
jangan berharap ada yang kujamu.

Terkadang sukma seolah merasuki, 
diri bergerak bagai layu sang kinanti. 

Lemah terhadap bisik orang-orang, 
abai akan kualitas yang lama hinggap.

Biarpun engkau berharap lirih, 
aku tak pernah meminta ubah. 

Perubahan kadang membawa jarak, 
dan jarak kadang membawa duka.

Dirimu pun menerka-nerka, 
menuduh dan memfitnah apa yang tak terlaksana, 
walaupun dalam kata bahagia, 
hatimu dingin menolak hangat.

Diriku enggan meminta-minta, 
seolah Tuhan telah berkata bahwa ubah adalah tanda, 
bahwa sesuatu akan berpindah. 

Ketahuilah, 
aku tak pernah berharap luka, 
dirimu sama pun tetap kusayang. 

Karena bahkan saat kau berubah, 
aku masih meratap cinta tak tergugah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Alternative Math - A Breakdown on Perspectives

Linguistic Accommodation in Summary